


oleh Zayn Z · 14 Bab
Walau memiliki kemampuan luar biasa, latar belakang sederhana Tian Fan membuatnya selalu ditindas oleh murid-murid seperguruannya di Akademi Bintang. Tian Fan hampir kehilangan nyawanya ketika penindasan itu mencapai puncaknya. Namun, Langit memberinya kesempatan membalikkan takdir! Saat darahnya menyentuh bongkahan batu hitam misterius, roh kuno dari alam rahasia itu bangkit, memberinya kekuatan alkemis legendaris. Dengan kekuatan baru yang tidak terbayangkan, Tian Fan memulai perjalanannya untuk menjadi alkemis terkuat di dunia, menghadapi musuh-musuh yang meremehkannya, menguak jati diri yang sebenarnya, dan mengungkap takdirnya yang sesungguhnya!
“Hajar dia!" seru Qin Shi lantang pada orang orang yang bersamanya.
Dengan segera beberapa orang teman Qin Shi yang menekan tubuh Tian Fan ke tanah langsung bangkit dari posisinya, mereka kemudian melancarkan pukulan dan tendangan secara brutal pada Tian Fan.
Perintah Qin Shi yang seorang tuan muda keluarga Qin sekaligus murid jenius Akademi Bintang tentu saja langsung dilaksanakan oleh empat murid luar Akademi Bintang yang menjadi bawahannya.
Tian Fan yang tidak melawan hanya bisa diam meringkuk di tanah dengan kedua tangannya melindungi kepalanya, adapun kedua kakinya ia tekuk untuk melindungi perutnya dari tendangan yang terarah ke dada dan perutnya. Erangan kesakitan ke luar dari mulut Tian Fan dengan banyaknya pukulan serta tendangan yang datang padanya.
Qin Shi yang melihat Tian Fan babak belur seketika menyeringai dengan penuh kepuasan. “Cukup!“ serunya angkuh.
Perintah Qin Shi membuat keempat orang yang sedang memukuli Tian Fan berhenti. Mereka lantas menarik tubuh lemah Tian Fan dan memaksanya berlutut, dengan kedua tangannya dipegang erat oleh dua bawahan Qin Shi. Dua orang lainnya bergerak cepat menekan kedua kaki Tian Fan ke tanah dengan menginjaknya. Tian Fan menatap nanar ke arah ketiga sahabat baiknya, matanya menyiratkan permintaan tolong. Namun, ketiganya justru memalingkan wajah dari pandangannya.
Melihat itu, Tian Fan merasa sangat kecewa pada mereka bertiga. Sahabat yang selalu ia bantu ternyata menikamnya dari belakang. Mereka sengaja membawanya ke hadapan Qin Shi, orang yang sangat membencinya. Meski Tian Fan sendiri tidak pernah memiliki masalah dengan Qin Shi selama berada di Akademi Bintang, ia tak mengerti mengapa Tuan Muda Klan Qin ini selalu menargetkannya.
"Buggh!" Suara pukulan yang keras menghantam punggung Tian Fan, membuat matanya membulat kaget. Pukulan tersebut mengenai tulang belakangnya, langsung membuatnya jatuh tertelungkup di tanah.
Salah satu anak buah Qin Shi dengan cepat duduk di punggung Tian Fan, sementara dua orang lainnya menarik tangannya ke samping dan merentangkannya, lalu menginjak telapak tangan Tian Fan dengan kaki mereka. Seorang lainnya menginjak kedua betisnya agar tak bisa meronta. "Hahahahaha!" Tawa Qin Shi bergema keras, mengejek kesakitan Tian Fan. Ia berdiri tak jauh dari posisi Tian Fan, lalu mendekat perlahan, menatap pria yang terkapar tak berdaya.
Qin Shi kemudian berjongkok di samping kepala Tian Fan, menarik rambutnya kasar hingga wajahnya terpaksa menengadah, menatap sinis wajah pemuda yang menyeringai puas.
Tian Fan menatap lemah ke arah Qin Shi yang berdiri di depannya. "Tuan Muda Qin Shi, apa salahku padamu sampai kau melakukan ini padaku?" ujar Tian Fan dengan suara lirih dan bergetar, menahan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya.
Qin Shi dengan kasar menjambak rambut Tian Fan, menarik wajahnya agar lebih dekat. Di depan wajah Tian Fan yang pucat, Qin Shi berteriak, "Karena kau tidak sadar diri!" Amarah terpancar dari matanya. "Kau tidak tahu malu dan berwajah tebal. Dengan status rendahmu, kau berani masuk ke akademi para bangsawan ini. Itulah yang membuatku jijik padamu!" Ucapan Qin Shi diakhiri dengan tamparan keras yang berulang kali mendarat di wajah Tian Fan.
Pak! Pak! Pak!
Tamparan sekuat tenaga itu membuat luka sobek di dalam mulut Tian Fan, darah segar mengalir dari sudut bibirnya, dan gigi putihnya dipenuhi darah. Mimik wajah Tian Fan terlihat menyiratkan penderitaan, tetapi juga sebuah kegigihan yang tak ingin menyerah.Setelah Qin Shi memberikan tamparan pada Tian Fan ia pun kembali mengangkat wajah "Kau mau tahu kenapa alasannya aku berbuat ini, itu karena kau tukang cari muka!"
“Kau baru beberapa bulan memasuki Akademi Bintang ini, sebagai murid luar kau telah berlagak pintar dan membuat banyak tetua membicarakanmu dan itu membuatku kesal!“
"Dalam satu gunung tidak mungkin ada dua harimau, di akademi ini, di kota ini hanya aku yang berhak menyandang gelar jenius sejati!!" ujar Qin Shi angkuh.
Mendengar kata-kata itu, Tian Fan terkejut dan emosinya memuncak. Wajahnya berubah drastis, kemudian tiba-tiba ia tertawa keras. "Hahahaha!" Tawanya menggema di sekelilingnya, membuat Qin Shi dan orang-orang di sekitarnya merasa terkejut. Tatapan tajam Tian Fan menyerang Qin Shi. Sepasang mata nyalang yang selama ini dikenal lembut dan ramah, kini menunjukkan kemarahan dan dendam yang luar biasa. Setiap orang yang merasa diterpa pandangannya langsung merasa ciut nyalinya.
Tian Fan mendesis keras pada Qin Shi dan ketiga sahabatnya. "Aku tidak mengira ada orang bodoh seperti kau, punya mata tapi tak bisa melihat! Hanya karena iri dan angkuh kau membuatku seperti ini. Kau pikir dunia ini hanya selebar telapak tanganmu! Kau kira di luar sana tidak ada yang lebih baik darimu!!" teriak Tian Fan lantang, penuh amarah, tanpa menunjukkan rasa takut sedikit pun.
Semua orang terkejut dengan keberanian Tian Fan, seorang anak bangsawan rendahan yang tidak memiliki siapa pun di belakangnya itu kini dengan lantang menghardik Qin Shi,seorang tuan muda klan besar.
Anak muda berusia 15 tahun yang berhasil masuk ke Akademi Bintang karena kecerdasan dan kemampuannya, kini menyeringai di depan Qin Shi dengan sikap penuh tantangan. Tian Fan, yang biasanya dikenal sopan dan ramah, hari ini memperlihatkan sisi yang sangat berbeda dari dirinya. "Cuuuhhh." Lontaran ludah dari mulut Tian Fan meluncur ke wajah Qin Shi, membuatnya terkejut dan naik amarah.
Qin Shi mengusap ludah Tian Fan yang menempel di pipinya, matanya menatap nanar pada jari-jarinya yang digunakan untuk menyeka ludah tersebut. Wajahnya memerah, dipenuhi emosi membara yang memuncak karena ulah Tian Fan. "Bajingan!" teriak Qin Shi dengan lantang, memecahkan kesunyian di sekitar mereka.
Pakk pakk … duagg … duaggg.
Begitu Qin Shi meluapkan kemarahannya, ia menghantamkan pukulan dan tamparan bertubi-tubi ke arah Tian Fan. Dalam keadaan ditekan dan dipegang oleh empat orang sekaligus, Tian Fan tak bisa mengelak dan hanya bisa menerima setiap serangan yang Qin Shi hantamkan padanya.
Bugh.
Kepala Tian Fan dihempaskan dengan keras ke tanah oleh Qin Shi sehingga wajahnya terbenam di tanah. Qin Shi bangkit dari posisinya, saat ia telah dalam posisi berdiri ia kemudian menendang dengan kuat kepala Tian Fan.
“Bajingan ... Bajingan … rasakan ini!“ teriak Qin Shi sembari menendang kepala bagian belakang Tian Fan sekuat tenaga.
Tian Fan terkapar tak berdaya, wajahnya yang bengkak dan berdarah membuat wajah tampannya tidak berbentuk, ditambah tendangan Qin Shi di area kepalanya membuat Tian Fan kini tak sadarkan diri karenanya. Melihat kondisi Tian Fan yang seperti itu membuat empat orang yang menekan kaki, tangan dan tubuhnya saling menatap dengan penuh kebingungan. Tentu saja mereka berlaku seperti itu karena jika terjadi sesuatu pada Tian Fan maka mereka pastinya akan mendapat masalah besar dari akademi.
Meski Akademi Bintang adalah akademi khusus untuk para alkemis pemula. Namun, ada aturan khusus yang tidak bisa dilanggar oleh semua murid adalah membuat anggota atau murid akademi mati. Hal itu adalah pelanggaran berat yang akan membuat mereka dijatuhi hukuman dan yang pasti mereka tidak akan bisa menjadi alkemis jika memiliki catatan merah tersebut.
"Kakak Qin Shi, apa yang sedang kau lakukan?" seru seorang teman Qin Shi dengan wajah pucat pasi, melihat Tian Fan dalam kondisi kritis. Matanya membesar dan tangannya bergetar, menunjuk ke arah Tian Fan yang nafasnya semakin melemah.
Qin Shi bukan orang bodoh. Sebagai seorang alkemis pemula, ia tentu menyadari bahaya yang mengancam nyawa Tian Fan. Ia menatap bingung ke tubuh Tian Fan, sementara keringat dingin bercucuran di dahi dan kedua tangannya gemetar. Namun, ia kemudian melihat sekeliling mereka yang berada di lokasi yang sempurna untuk merencanakan sesuatu.

Zayn Z
0 Pengikut · 1 Novel