


oleh ikromatul fasila · 5 Bab
Pernikahan keduanya berujung kekecewaan dan menjadi dendam yang dalam. Setelah keluar dari rumah sakit jiwa, dia dipaksa menikahi Alex Lemos Abraham untuk dijadikan tumbal kutukan keluarga. Liora bertekad membalas dendam pada mantan suami dan keluarga tirinya. Setelah semua harta keluarganya dirampas dan ayahnya dibuat stroke, tujuannya kini hanya satu. Alex yang sebelumnya tidak peduli akan kutukan keluarga yang akan Liora dapatkan, kini menjadi kasihan pada wanita itu setelah sang istri benar-benar akan meninggalkan. Perlahan perasaannya tumbuh dan berniat membantu Liora membalas dendam. Liora tetap saja seorang wanita yang seharusnya dilindungi, bukan disakiti terus menerus. Sampai dimana dia akan bertahan?
Liora duduk termenung sambil menatap ke arah luar jendela kamar. Hari ini hari pernikahannya yang kedua, setelah pernikahan pertamanya kandas usai sang suami direbut oleh adik tirinya.
Meski demikian, Liora sama sekali tidak merasa bahagia. Bagaimana tidak, setelah keluar dari rumah sakit jiwa, Liora mau tidak mau harus menikah dengan lelaki yang bahkan tidak pernah dia kenal.
Kekejaman yang keluarganya lakukan, bahkan membuat Liora tidak berani untuk menolak. Ataupun sekadar bertanya tentang siapa yang akan menikahinya.
"Kalian semua akan membayar atas kejahatan yang telah kalian lakukan padaku," gumam Liora dengan amarah di dalam hatinya, ketika mengingat bagaimana suami dan juga adik tiri yang dengan kejam menyiksanya.
Saat ini beberapa pelayan datang untuk melayani Liora. "Nyonya, mari saya bantu Nyonya untuk membersihkan tubuh Nyonya," kata sang pelayan ingin membantu Liora untuk mandi.
"Tidak, kau tidak perlu membantuku, aku bisa melakukannya sendiri," jawab Liora, lalu dia membuka baju pengantinnya.
Saat baju pengantinnya dibuka, kedua pelayan yang berada di sana sangat terkejut melihat luka di tubuh Liora. Mereka langsung menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara. Luka-luka itu terlihat mengerikan. Entah seberapa sakit yang telah dirasakan saat mendapatkan itu
Liora pun berjalan menuju ke kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya, sedangkan dua pelayan itu menyiapkan pakaian untuk Liora.
"Kamu lihat tidak luka di tubuh Nyonya tadi?" tanya salah satu pelayan kepada temannya yang saat ini tengah mengambil baju untuk Liora.
"Iya, tentu saja aku melihatnya. Bagaimana bisa aku tidak melihat luka yang sangat jelas seperti itu.”
"Kau tahu bahwa sebenarnya Nyonya pernah masuk ke rumah sakit jiwa, dia memiliki penyakit gangguan jiwa. Bagaimana mungkin Tuan Alex bisa menikah dengan Nyonya yang memiliki penyakit gangguan jiwa, bagaimana jika suatu hari nanti penyakit Nyonya kambuh?"
"Huust, kecilkan suara kamu lagian masalah penyakit Nyonya kambuh atau tidak itu bukan urusan kita. Kamu tidak ingat apa tentang kutukan keluarga Abraham dimana istri pertama dari keturunan keluarga Abraham akan meninggal dengan tidak wajar dan mungkin umur Nyonya tidak akan lama karena dia akan menjadi tumbal selanjutnya dari keluarga Abraham."
"Kau tahu sendiri bukan istri pertama dari kakek buyut Tuan Alex juga meninggal dengan gantung diri, istri pertama Kakek Tuan Alex juga meninggal secara tidak wajar yaitu meninggal secara mendadak, dan istri pertama dari Tuan besar juga meninggal kecelakaan, kini giliran istri dari Tuan Alex."
"Kau benar, kasihan sekali Nyonya padahal dia memiliki wajah yang cantik dan usianya juga masih muda tapi dia harus meninggal dengan cepat," kata kedua pelayan tersebut dengan membicarakan tentang Liora juga tentang kutukan yang terjadi kepada keluarga Abraham.
Liora yang mendengar semua yang dibicarakan oleh kedua pelayan tersebut benar-benar merasa sangat terkejut karena dia tidak menyangka bahwa ternyata dirinya hanya dijadikan tumbal dari pernikahannya ini.
"Apa yang kalian katakan itu benar?" tanya Liora yang sudah berada di depan pintu kamar mandi.
"Nyonya?" kedua pelayan itu benar-benar terlihat sangat terkejut melihat Liora yang berada di depan pintu kamar mandi dan mendengar semua apa yang telah mereka berdua bicarakan.
"Maafkan atas kelancangan kami berdua, Nyonya. Sungguh kami berdua tidak memiliki niat apa pun untuk membicarakan, Nyonya," kata salah satu pelayan dengan berlutut meminta maaf kepada Liora.
"Jawab pertanyaanku!" bentak Liora sambil memegang kerah baju pelayan tersebut.
"Nyonya, tolong lepaskan teman saya."
Mereka berdua tampak terlihat ketakutan melihat amarah dalam wajah Liora. Siapa punu yang sudah tahu masa lalunya, tentu saja takut berhadapan dengannya ... wanita yang pernah dicap GILA.
Saat Liora ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tersebut, tiba-tiba sosok lelaki datang dan menyuruh Liora untuk melepaskan pelayan tersebut.
"Lepaskan dia," ucap lelaki tersebut yang tak lain adalah Alex, dia adalah Alex suami dari Liora saat ini.
Alexander Lemos Abraham adalah anak tunggal dari keluarga Abraham. Alex juga terkenal akan sikap dinginnya kepada semua orang apalagi terhadap wanita.
Siapa yang tidak kenal dengan sosok Alex, Alex sangat terkenal dalam dunia bisnis karena kecerdasan juga kesuksesannya di usianya yang masih muda, begitu banyak wanita yang ingin menikah dengan Alex, tapi Alex selalu menolaknya karena dia takut akan kutukan yang terjadi pada dirinya. Alex takut jika dirinya menikah dia akan kehilangan wanita yang dia cintai. Akan tetapi, karena paksaan dari keluarganya akhirnya Alex menyetujui pernikahannya dengan Liora dengan dalih karena Alex tidak mencintainya. Dengan begitu jika Liora meninggal maka Alex tidak akan merasa sedih karena Liora bukanlah wanita yang dia cintai.
Melihat sosok lelaki di depannya, Liora sudah bisa menduga bahwa itu adalah suaminya. Liora pun langsung melepaskan pelayan itu dengan mendorongnya.
"Kalian berdua pergi dari sini!" perintah Alex kepada kedua pelayan tersebut.
"Baik, Tuan."
Kini hanya tinggal Alex dan juga Liora di dalam kamar tersebut, Liora tampak menatap marah ke arah Alex.
"Aku ingin kita bercerai!" ucap Liora tanpa basa-basi kepada Alex dan langsung meminta perceraian dari pernikahannya yang masih beberapa jam ini.
"Tidak! Kita berdua tidak akan bisa bercerai meskipun aku sangat ingin menceraikan kamu," jawab Alex dengan nada dinginnya.
"Tapi kenapa? Kenapa kamu tidak bisa menceraikan aku? Kamu menunggu kematianku? Aku bahkan tidak pernah mengenal atau bertemu sama kamu tapi kenapa kamu ingin aku menjadi tumbal dari keluargamu sendiri!" teriak Liora dengan histeris saat dia mengetahui maksud dari pernikahannya ini.
"Karena aku sudah membelimu, keluargamu juga sudah mendapatkan uang dari keluarga Abraham. Sekarang mau tidak mau kau harus menjalankan peran sebagai istriku sampai saatnya kamu sudah tidak dibutuhkan lagi," jawab Alex dengan tatapan dinginnya tanpa rasa bersalah kepada Liora karena sudah menjadikan dia sebagai tumbal.
Alex menyetujui pernikahan ini karena bagi Alex Liora akan segera meninggal. Dengan begitu saat dia benar-benar jatuh cinta dengan seorang wanita maka Alex tidak perlu lagi merasa khawatir bahwa dirinya akan kehilangan istri.
"Tidak! Aku tidak mau, aku tidak mau menjadi tumbal. Lepaskan aku, aku ingin pergi dari sini!" teriak Liora, lalu saat itu juga Alex langsung mengunci pintu kamar Liora.

ikromatul fasila
2 Pengikut · 1 Novel