


oleh Aulshe Queen · 22 Bab
Di balik seragam polisi yang anggun, Isabella Martinez menyimpan dendam yang membara. Setelah Lorenzo membunuh ayahnya, dia menyamar sebagai Elena untuk membalas dendam dan membongkar rahasia keluarga Mafia Moretti. Dibantu Mateo Hernandez, rekannya yang setia, Isabella terjebak antara tugasnya sebagai polisi dan perasaannya pada musuhnya sendiri. Haruskah dia memilih keadilan, cinta, atau kehancuran? Apa rahasia besar Kapten Mateo dibalik seragam polisinya? Dan bagaimana akhir kisah Polisi cantik dan Mafia yang telah membunuh ayahnya?
Lampu neon dan musik dari klub malam menambah suasana Kota. Klub malam milik keluarga Moretti ini terletak di sudut jalan yang ramai.
Ini adalah tempat di mana dunia bawah tanah bercampur dengan kehidupan malam yang glamor.
Isabella Martinez, yang dikenal sebagai Elena, masuk dengan percaya diri, siap memulai tugasnya. Dua pria berotot menjaga Elena saat dia memasuki pintu masuk.
Mengenakan gaun hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, dia berjalan dengan anggun menuju bar.
Matanya yang tajam mengamati setiap detail. Dia lebih dari sekedar server baru; dia adalah polisi yang menyamar yang siap mengungkap rahasia kelam keluarga Moretti.
"Aku harus melakukan penyamaran ini! Mereka tidak bisa mengetahui siapa aku sebenarnya, yang mereka tahu hanyalah aku adalah wanita malam yang akan melayani pria seperti mereka! Termasuk keluarga Moretti!" Isabella berkata dalam hati.
Semua orang tertawa dan berbicara di klub. Lorenzo Moretti, pewaris karismatik keluarga Mafia, sedang duduk di salah satu meja VIP.
Isabella melihat Lorenzo dari dekat untuk pertama kalinya malam itu. Tatapan mereka bertemu secara tak terduga. Begitu Lorenzo tersenyum, Isabella merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.
“Siapa nama gadis baru itu?” Lorenzo bertanya kepada pelayan dan menunjuk ke arah Elena. Pelayan itu menjawab dengan cepat, "Elena, Tuan. Dia baru mulai bekerja di sini malam ini."
"Wanita itu cantik sekali, baru kali ini aku melihat wanita seseksi dan secantik dia! Dia benar-benar membuatku terpesona!" kata Lorenzo sambil menatap Isabella.
"Wanita itu tidak bisa lepas dariku, dia harus menjadi milikku."
Lorenzo berdiri dan berjalan menuju bar dengan wajah tertarik, dan Isabella yang berperan sebagai Elena tetap tenang meski jantungnya berdebar kencang.
Dengan senyuman penuh pesona, Lorenzo menghampirinya. "Hai, cantik. Bolehkah aku menemanimu minum?" Dia bertanya.
"Tentu saja, Tuan. Ini merupakan kehormatan bagi saya," jawab Isabella sopan.
Mereka berbicara dengan lancar. Dengan pesonanya yang memikat, Lorenzo semakin menarik perhatian Isabella. Meski dalam hatinya ia menghadapi dilema, Isabella dengan tersenyum mengiyakan saat mengajaknya kencan malam berikutnya.
Isabella keluar melalui pintu belakang klub setelah semua pengunjung pulang.
Di sudut jalan yang gelap, dia bertemu dengan teman lamanya Mateo, yang juga seorang polisi. Mateo bekerja sama dengan Isabella untuk membongkar bisnis keluarga Moretti.
Dengan wajah serius, Mateo menghampiri Elena dan bertanya dengan suara pelan. "Bagaimana kesan pertama bertemu Lorenzo?"
“Dia lebih menawan dari yang kubayangkan,” jawab Isabella, matanya tajam.
“Kami harus sangat berhati-hati,” kata Mateo. "Anda tahu apa yang sedang kita hadapi di sini; ini bukan penyelidikan biasa."
Isabella tersenyum tipis. "Aku tahu, Mateo. Dan aku siap menghadapi apa pun yang akan terjadi. Kita perlu memastikan bahwa misi ini berhasil.”
Mereka tidak menyadari bahwa ada seseorang yang mengawasi dari balik bayang-bayang saat mereka berbicara.
Isabella dan Mateo berhenti berbicara saat mendengar suara langkah mendekat. Lorenzo berdiri di depan mereka ketika mereka menoleh. Ada kilatan rasa ingin tahu di matanya, dan wajahnya sulit dibaca.
"Apa yang kalian berdua bicarakan di sini?" tanya Lorenzo dengan suaranya yang agak mencurigakan.
Mateo tersenyum untuk mencoba meredakan ketegangan sambil berkata, "Oh, hanya obrolan biasa. Kami semakin dekat."
Namun, mata Lorenzo tertuju pada Isabella. Dia berkata dengan nada yang lebih dingin. "Elena, aku harap kamu tidak menyembunyikan apa pun dariku," katanya.
“Karena di dunia ini, kejujuran adalah segalanya.” Isabella menahan napasnya, berusaha untuk tetap tenang, dan menjawab, "Tentu saja, Tuan Moretti. " Dengan suara tegas seolah mencari kebenaran di balik matanya.
Lorenzo menatap Isabella dengan tajam. Pada saat yang sama, Mateo meraih tangan Isabella dan meremasnya, seolah sedang menawarkan dukungan.
Mateo berbisik pelan, nyaris tak terdengar. "Hati-hati, Isabella. Jangan sampai mereka tahu kau polisi."
Isabella mengangguk pelan, menyadari identitas aslinya semakin mendekati bahaya.
***
Beberapa hari kemudian, Isabella menerima undangan makan malam dari Lorenzo di sebuah restoran mewah di pusat kota. Dia tahu ini adalah kesempatan untuk menghubungi Lorenzo dan mengetahui lebih banyak tentang bisnis keluarga Moretti.
Malam itu, Isabella mengenakan gaun yang dipilih dengan cermat untuk acara tersebut.
Di depan restoran, dia bertemu Lorenzo, dan mereka masuk bersama. Lorenzo menatap Isabella dengan penuh perhatian saat mereka duduk di meja yang tersembunyi dari orang lain.
Sambil memegang gelas anggurnya, dia bertanya, “Elena? Apa yang membawamu ke Kota ini?"
Isabella tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan kegelisahannya. Dia berkata pelan. "Aku hanya mencari awal yang baru. Meninggalkan masa lalu dan mencoba sesuatu yang berbeda."
Tampaknya puas dengan jawabannya, Lorenzo mengangguk. Meski begitu, dia merasa ada sesuatu yang tersembunyi dari Isabella di dalam hatinya. Isabella kembali ke masa lalu sambil mendengarkan cerita Lorenzo tentang kehidupannya.
Lorenzo mengingat pembunuhan ayahnya. Lorenzo membunuh ayahnya dengan kejam karena menolak suap dan terus mengejar kebenaran.
Hasratnya untuk membalas dendam semakin meningkat. Isabella mencengkeram gelas anggurnya erat-erat, menahan amarah yang mendidih di dalam. Ia harus tetap santai dan sabar, menunggu waktu yang tepat untuk mengungkap kebenaran dan membalas dendam pada ayahnya.
Lorenzo tidak menyadari gejolak emosi Isabella saat dia terus berbicara. Dengan senyuman penuh pesona, dia berkata, "Aku senang bisa berbicara denganmu, Elena. Ada sesuatu dalam dirimu yang berbeda."
Meski hatinya sedang marah, Isabella kembali tersenyum. "Terima kasih Tuan Moretti. Saya juga senang bisa mengenal Anda lebih dekat."
Lorenzo mengantar Isabella kembali ke klub malam ketika makan malam berakhir.
Lorenzo menghentikan mobilnya dan menatap tajam Isabella ketika mereka tiba.
"Elena, aku yakin kita bisa menjadi lebih dari sekedar rekan kerja. Aku ingin lebih mengenalmu," ucapnya sambil menyentuh lembut tangan Isabella.
Isabella menahan napas, merasakan dilema antara emosi dan tugasnya sebagai polisi semakin rumit. Dia bersumpah dalam hatinya untuk tidak melupakan tujuannya membalas dendam ayahnya.

Aulshe Queen
10 Pengikut · 4 Novel