


oleh Reinz Jr · 109 Bab
Marwa tumbuh dalam keluarga yang taat beragama di desa terpencil, di mana perempuan diajarkan untuk tunduk. Sejak kecil, ia bermimpi menjadi dokter, tetapi impiannya hancur saat dijodohkan dengan Ustaz Rasyid. Saat suaminya menikah lagi, Marwa menolak dipoligami. Namun, perlawanan hanya membawa hukuman, dianggap durhaka, dikucilkan, dan dituduh zina. Di tengah penderitaannya, hanya Rayyan, seorang dokter, yang masih peduli padanya. Tapi cinta tak cukup untuk menyelamatkan Marwa. Saat dipaksa memilih antara hukuman cambuk atau berjalan di atas bara api, ia harus menentukan: tunduk atau melawan, meskipun itu berarti kehancuran?
Novel ini mengeksplorasi isu patriarki, pernikahan paksa, dan dogma yang menekan perempuan. Cerita ini adalah fiksi, tetapi terinspirasi dari realitas sosial yang dialami banyak perempuan.
Melalui kisah Marwa, novel ini mengajak pembaca memahami dampak sistem yang mengekang serta pentingnya kebebasan berpikir. Ini adalah kritik terhadap ketidakadilan, bukan serangan terhadap agama/entitas tertentu.
Harap membaca dengan kesadaran bahwa novel ini mengangkat tema sensitif, termasuk kekerasan emosional dan tekanan sosial ekstrem.

Reinz Jr
75 Pengikut · 7 Novel