

Ia mengubur masa lalu dengan membangun keluarga yang penuh kasih sayang. Akan tetapi, ingatan tentang masa lalu selalu menghantui Arfan. Rasa sakit dan trauma telah membekas terlalu jauh di hatinya. Dengan keluarga kecilnya, bagaimanakah Arfan melupakan masa lalunya?

Aku percaya, selama kami bersama, tidak ada ujian yang tak bisa kami lewati. Namun, semuanya berubah ketika perusahaan tempat suamiku bekerja bangkrut. Kami memulai hidup dari nol dengan membuka sebuah toko kecil, berharap keadaan segera membaik. Sayangnya, saat usaha kami mulai bangkit, semakin banyak orang yang tak senang melihat kebahagiaan kami. Lalu sebuah peristiwa mengubah segalanya. Dalam kesepian dan keputusasaan, aku dihadapkan pada pilihan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Mampukah keluargaku tetap bertahan setelah semua yang terjadi?

"Nikah kontrak? Dosa! Nikah beneran aja." Aku hanya ingin lolos dari tekanan keluargaku yang memaksaku menikah. Solusinya? Menikahi Yusuf, mantan murid bimbelku yang lebih muda sepuluh tahun. Kukira dia akan menerima kontrak pernikahan, tetapi jawabannya justru mengubah hidupku. Setelah resmi menjadi istrinya, aku yang gemar merokok, clubbing, dan jauh dari agama harus hidup dengan suami yang begitu saleh. Keluargaku menganggap Yusuf lelaki miskin yang hanya mencari tumpangan. Mereka tak tahu, di balik kesederhanaannya, Yusuf menyimpan identitas yang mampu membalikkan nasib kami dan membuat semua orang yang pernah menghina kami menyesal.

Bagi Kiara, mi gomak komplit buatan Kevin Sibarani di depan kompleks adalah penyelamat kelaparan malam harinya. Namun, bagi Kevin, Kiara adalah pelanggan paling ribet yang hobi minta kuah ekstra, tapi bayar pakai uang pas-pasan. Berawal dari insiden kuah tumpah dan rebutan kerupuk terakhir, kedai mi gomak itu berubah jadi ring tinju adu gengsi. Sialnya, saat Kiara berniat mencari pacar keren demi pamer ke mantan, semesta malah terus melempar Kevin ke radar cintanya. Apakah Kiara harus pasrah menerima kenyataan bahwa jodoh masa depannya ternyata cuma sejauh aroma andaliman di seberang jalan?

Aisyah, mantan santri yang lembut dan penuh kesabaran, percaya bahwa melayani suami adalah jalan menuju ridha Allah. Namun, ketika Damar meraih kesuksesan, cinta yang dulu begitu hangat perlahan memudar. Kehadiran wanita lain, tuntutan dunia, dan hinaan dari mertua membuat pengorbanan Aisyah tak lagi dihargai. Hingga suatu hari, ia memilih pergi tanpa air mata dan tanpa kebencian. Saat itulah Damar menyadari bahwa kehilangan istri salehah adalah hukuman paling menyakitkan. Mampukah ia merebut kembali hati yang telah hancur, atau penyesalan akan menjadi teman seumur hidupnya?

Cherry seorang gadis yang tadinya berniat mewakili ayahnya mengurus para anak angkat selagi sang ayah kerja, justru menjadi adik yang diasuh oleh para anak angkat tersebut–Julian, Leo, dan Picho, karena usianya yang paling muda dan sikapnya yang masih kekanakan. Tingkah manja dan menggemaskan Cherry, membuat para kakak tak sedarah diam-diam memperebutkan hatinya dengan berbagai cara dan kepribadian masing-masing.

"Beberapa ingatan layak untuk dikubur. Namun, bagaimana jika ingatanmu adalah satu-satunya saksi kunci sebuah kecelakaan?" Amara mengira apartemen barunya adalah awal yang baru. Rima, tetangga barunya yang terlihat sempurna. Namun, ketika ia menemukan jam tangan mendiang suaminya di atas meja Rima, Amara menyadari jika seluruh hidupnya hanyalah rangkaian sandiwara. Ada rahasia di apartemen ini, dan Rima bukan sekadar tetangga yang sempurna. Di antara obat penenang dan paranoia yang memuncak, Amara harus memilih,mempercayai akal sehatnya yang kian rapuh, atau menghadapi kenyataan bahwa monster yang ia takuti mungkin bukan di balik pintu, tetapi sedang menatap balik ke arahnya dari dalam cermin.

Raras adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki suami super pelit. Setiap bulan, Raras hanya diberi jatah sekadar makan. Sementara kebutuhan rumah bukan hanya soal makan. Suatu ketika, saat jatah beras habis dan suaminya belum pulang, ketiga anak Raras menangis. Ia terpaksa keluar rumah. Berharap uluran tangan tetangga. Namun, tak satu pun tetangga yang terketuk hatinya. Raras memutuskan pulang. Berusaha menenangkan ketiga anaknya. Meminta mereka tidur. Berbohong akan menyiapkan makan. Saat ketiganya tidur, Raras melangkah ke kamarnya. Ia terkejut saat mendapati uang yang berserak di atas kasur. Tanpa pikir panjang, ia langsung menggunakannya. Mengira uang itu dari suaminya. Nyatanya saat sang suami pulang, jawabannya membuat Raras tercekat.

Ramadan mengajarkan banyak hal. Tentang sabar. Tentang ikhlas. Tentang melepaskan. Heni sudah terlalu sering menolong tetangganya—Ami dan Farhatun—tanpa pernah mengeluh. Namun, kebaikannya dibalas dengan iri, dan irinya menjelma fitnah. Saat luka itu datang dari rumah yang hanya terpisah satu dinding, Heni dihadapkan pada pilihan: membalas atau menyerahkannya pada Allah. Ia memilih diam. Bukan karena lemah—tetapi karena ia percaya, Tuhan lebih adil dari amarah manusia.

SMA adalah tempat di mana semuanya terasa pertama kali. Hari pertama masuk, kelas baru, teman baru, dan masalah yang datang tanpa diminta. Lewat sudut pandang Tasya, cerita ini menggambarkan kehidupan SMA apa adanya. Dimulai dari suasana kelas, obrolan antar teman, konflik kecil yang membesar, rasa iri, gengsi, dan tawa yang muncul di sela-sela kesibukan sekolah.

Apa harga untuk sebuah keajaiban? Demi nyawa ibunya, Aruna menukar suaranya kepada Arka, pemilik misterius Toko Nasib yang dingin. Kini, dalam keheningan, Aruna terjebak menjadi asisten di toko tempat manusia menggadaikan jiwa demi obsesi. Namun, Arka menetapkan aturan mutlak: Aruna dilarang mendekat lebih dari lima meter. Aruna mengira itu kebencian, tanpa tahu bahwa kehadirannya adalah ancaman bagi detak jantung Arka yang mampu menghancurkan seluruh isi toko. Di antara bisu dan jarak yang menyiksa, rahasia masa lalu mulai menagih janji. Bisakah cinta tumbuh saat sentuhan berarti kehancuran total?

Ghea hidup dalam rumah tangga yang "mati", di mana orang tuanya tak lagi saling bicara. Di sisi lain ada Reza. Lelaki yang selalu merasa menjadi orang asing sejak ayahnya membangun keluarga baru. Keduanya dipertemukan oleh luka yang sama di atap menara air komplek pada tengah malam. Di tengah sunyinya malam, mereka saling berbagi beban yang tak bisa diceritakan di rumah. Namun, saat cinta mulai tumbuh, ego orang tua mengancam memisahkan mereka. Ini adalah kisah tentang dua remaja yang berusaha menemukan arti "pulang" ketika rumah mereka sendiri tak lagi terasa nyaman.