


oleh Lifha az zhafa · 110 Bab
Kiara dan Kenan sudah menikah selama dua tahun atas perjodohan dari keluarga mereka. Tapi nyatanya Kenan tak bisa mencintai Kiara. Di malam Anniversery mereka, Kiara yang ingin memberikan kejutan malah mendapat kejutan dari Kenan dengan membawa madu untuknya. Apa yang terjadi selanjutnya? Yuk, simak kisah Kiara dan Kenan.
Senja menampakkan keelokan rembulan serta bulannya, kegelapan malam tak membuat Kiara tersenyum menyiapkan sebuah kejutan dua tahun pernikahannya dengan sang suami.
“Ya Allah, cantik sekali anak perempuan mama ini,” puji Mama Irawati , ibu mertua dari Kiara.
Kiara yang mendapat pujian tersebut langsung bersemu, penampilannya yang cantik dengan memakai gamis berwarna biru langit dengan hijab senada dan tak lupa make up tipis menghiasi wajahnya yang cantik bagaikan bidadari.
“Mama, bisa saja. Buat aku malu saja,” balasnya malu-malu.
Mama Irawati berjalan mendekat menghampiri sang menantu dengan ulasan senyum yang menghiasi bibirnya.
“Kamu sudah siap memberikan kejutan itu ke suami kamu, Nak?” tanya Mama Irawati dengan antusias.
Kiara mengangguk dengan semangat, di tuntunnya sang mertua ke sofa tak jauh darinya.
“Bismillah, Ma. Semoga Mas Kenan suka dengan kejutan ini apalagi hampir dua tahun kita menunggunya.”
Mama Irawati menggenggam tangan sang menantu dengan kasih sayang.
“Mama berharap kalian selalu bahagia ya, Nak, walaupun mama tahu kalau hubungan kalian tak seperti pasangan suami istri lainnya tapi mama berharap kalian tetap bersama. Mama sangat bersalah sama kamu, Nak.” Mama Irawati menunduk.
“Mama ngomong apa sih?” sela Kiara menarik tangan mertuanya, digenggamnya tangan keriput itu.
“Aku sama Mas Kenan sudah berteman sejak kecil, kita cuma perlu waktu saja untuk rumah tangga kita, Ma.”
“Tapi apa Kenan akan ….”
“Mama tenang saja ya, jangan berpikir macam-macam. Aku berjanji akan selalu bersama Mas Kenan kecuali jika dia mendua, aku tidak akan segan untuk langsung meninggalkannya, Ma.”
“Seandainya dia memang melakukan itu, Mama yang akan turun tangan, Nak. Mama tidak mau anak perempuan mama disakiti sama laki-laki semacam Kenan walaupun pada kenyataannya dia yang anak kandung mama.”
“Ih, so sweet banget sih, Mama. Jadi baper akunya.”
Senyum teduh keduanya membuat malam itu semakin mendebarkan menunggu kedatangan Kenan, suami Kiara.
***
Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam tapi Kenan, suaminya tak kunjung datang. Sedari tadi Kiara hanya bisa menarik napas dengan pelan menanti kedatangan sang suami yang belum terlihat batang hidungnya bahkan ponselnya pun kini tidak aktif membuat wanita itu semakin bingung dan khawatir takut terjadi apa-apa dengan sang suami.
“Belum datang, Nak?” tanya Mama Irawati melihat sang menantu masih diam diri di ruang tamu. Ia menghampirinya dengan wajah bimbang sebagai seorang mertua yang menyayangi menantunya, ia merasa tak tega melihat sang menantu yang mengkhawatirkan anaknya sendiri.
Kiara hanya bisa menggeleng menjawabnya. Tatapannya begitu sendu menanti detik demi detik yang tak berujung.
“Lebih baik kamu istirahat saja di kamar nanti mama akan panggilkan kalau Kenan sudah pulang,” ujar Mama Irawati meminta sang menantu untuk kembali ke kamarnya.
“Tidak, Ma. Biar Kiara tunggu di sini, hari ini kan malam Anniversary kita jadi aku ingin yang menyambut kedatangan Mas Kenan itu aku sendiri.”
“Kenan beruntung sekali mempunyai istri seperti kamu, Nak. Sekarang jarang loh ada seorang istri bela-belain memberikan kejutan kepada suaminya.”
“Mama nih bisa saja, aku cuma ingin menjadi wanita yang terbaik dalam hidup Mas Kenan, Ma apalagi ….”
Kiara tersenyum manis sambil mengusap perutnya yang masih datar. Ya, ia sedang mengandung saat ini. Ia berharap ini akan menjadi kejutan terindah di malam ini.
“Tapi kamu jangan terlalu capek, Nak. Kan kasihan calon cucu mama.”
“Capek gimana, Ma? Sudah ya. Mama jangan khawatir sama aku, aku akan menunggu kepulangan Mas Kenan.”
“Ya udah tapi Mama temenin ya, kamu jangan menolak!”
“Siap, mamaku tersayang.”
Kiara dan Mama Irawati duduk di sofa bersama sambil berbincang menunggu kedatangan Kenan yang masih belum ada kabarnya. Walaupun rasa khawatir masih mendominasi hatinya tapi ia berusaha tetap tenang di hadapan sang mertua.
Jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih lima belas menit ketika suara mobil terdengar dari luar rumah. Kiara dan Mama Irawati langsung tersenyum mendengar kedatangan mobil milik Kenan. Dengan perasaan deg-degan Kiara menyambut kedatangan sang suami dengan wajah berbinar.
“Kita tunggu di sini saja, Nak,” kata Mama Irawati.
Kiara hanya mengangguk. Jantungnya sudah berdegup dengan kencang ketika ingin memberikan kejutan kepada sang suami. Entah laki-laki itu akan menyukainya atau tidak, yang pasti untuk saat ini ia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk rumah tangganya.
Tak!
Tak!
Tak!
Langkah kaki milik seseorang menggema menandakan sang pemilik mulai mendekat. Dan ….
Ceklek!
Pintu rumah itu terbuka, “Kejutan!” teriak Kiara dan Mama Irawati ketika Kenan memasuki rumah itu.
Senyum di bibir Kiara begitu indah ketika sang suami menatapnya dengan tatapan datar seperti biasanya.
Sebenarnya hubungan mereka memang tidak pernah baik-baik saja, Kenan yang selalu menganggap Kiara teman kecilnya hanya bersikap dingin dan datar setelah pernikahan itu terjadi. Kiara hanya bisa menahan dirinya dengan sikap Kenan yang berubah drastis, ia berharap suatu saat Kenan akan kembali seperti dulu lagi.
“Ada apa ini?” tanya Kenan dengan datar.
“Kiara dan mama ingin memberikan kejutan buat kamu, Nak. Kamu lupa kalau hari ini Anniversary kalian,” jawab Mama Irawati dengan antusias.
Kenan menatap istrinya dengan datar, tapi setelah hanya bisa menarik napasnya dengan pelan.
“Kamu kok gak bahagia mendapat kejutan dari istri kamu, Kenan. Istri kamu sudah memasak makanan kesukaan kamu, lho. Ayo, kita makan bersama.” Mama Irawati langsung mengajak Kenan untuk langsung ke intinya saja apalagi malam mulai menampakkan larutnya.
“Mungkin Mas Kenan mau bersih-bersih dulu, Ma,” sela Kiara.
Mama Irawati hanya mengangguk.
“Mas!” panggil seseorang dengan langkah anggunnya. Wanita itu melangkah mendekati Kenan dan tanpa basa basi, ia menggandeng tangan Kenan dengan mesra.

Lifha az zhafa
139 Pengikut · 13 Novel