


oleh Aulia Hazuki · 18 Bab
Ayesha Maharani menceraikan suaminya, Wendra Yudhistira yang berselingkuh dengan Sandara Tjahyadi si pebisnis kaya raya karena mengincar harta dan kekuasaannya. Wendra lalu memalsukan tes kehamilan Sandara dan mengakuinya sebagai anaknya untuk menikahi Sandara. Ayesha memegang rahasia paling gelap Wendra, selain fakta bahwa anak yang dikandung Sandara bukanlah anak mantan suaminya. Akhirnya Ayesha merencanakan balas dendam, tepat di hari pernikahan Wendra dan Sandara.
"Dengan ini, saya nyatakan Ibu Ayesha Maharani telah resmi bercerai dengan Bapak Wendra Yudhistira!"
TOK!!!
Ayesha menghela napas lega. Wajah dan bahasa tubuhnya yang sebelumnya tegang akhirnya mengendur. Dia adalah wanita cantik berusia tiga puluh tahun. Penampilannya anggun dan menunjukkan kelasnya sebagai pekerja kantoran dari perusahaan besar yang bonafide. Dia mengenakan kemeja putih oversize hari itu, dengan celana jins hitam pas badan. Rambut hitam panjang ikalnya digerai, tangan kanannya memegang tas selempang hitam. Penampilannya santai, tetap memikat dan sopan.
Mantan suaminya, Wendra, menatapnya dengan ekspresi mengejek. Pria berusia tiga puluh dua tahun itu sebenarnya cukup tampan, tapi garis-garis wajahnya kasar, matanya tajam menunjukkan wataknya yang keras. Dia mengenakan kemeja abu-abu yang ditarik sampai siku dengan celana bahan berwarna hitam.
"Jangan menyesal, Ayesha. Aku sudah memberimu pilihan, tapi kamu nggak mau," katanya.
Ayesha mendengkus. "Siapa yang mau dimadu? Aku bisa jalani hidupku sendiri," jawabnya ketus.
Wendra menyeringai. "Kita lihat aja nanti. Tapi jangan menyesal dengan pembagian harta gono-gininya," balasnya.
Ayesha memutar bola matanya, malas meladeninya. Dia lalu keluar dari kantor pengadilan Agama dan melenggang ke parkiran, di mana mobil kesayangannya diparkir.
Saat dia sedang menyendiri di balik kemudi, matanya menangkap sebuah mobil mahal yang datang mendekat ke gerbang. Di sana, mobil itu berhenti dan kepala seorang wanita menyembul, memanggil mantan suami Ayesha, yang segera mendekat dengan wajah cerah.
Rahang Ayesha mengeras. Tangannya segera mencengkeram setir keras-keras.
Berani-beraninya Wendra langsung beraksi bahkan saat dia baru saja menyelesaikan proses perceraian! pikirnya.
Ayesha jelas tahu siapa wanita itu. Dia adalah penyebab perceraiannya dengan mantan suaminya. Tapi dia tidak menyangka Wendra akan LANGSUNG dijemput oleh wanita itu begitu hakim ketok palu.
"Mereka udah nggak sabar, ternyata," katanya dengan geram. Diperhatikannya pemandangan memuakkan itu dengan pandangan mata yang semakin lama semakin mendingin.
Dia lalu menunggu sampai Wendra masuk ke dalam mobil wanita itu dan menjauh dari pandangannya sebelum dia akhirnya mengikuti mobil itu keluar gerbang.
---
Dua bulan yang lalu
Plaaak!!!
Ayesha memegang pipinya dengan mata membelalak. Dia tidak mengira puncak pertengkaran malam itu akan seperti itu.
"Mas, kamu nampar aku?" tanyanya pelan dengan nada tidak percaya.
Wendra mendengkus.
"Siapa suruh kamu nggak mau jadi istri kedua? Seenggaknya kamu masih bisa tinggal di sini dan menikmati semua kemewahan yang selama ini kamu nikmati. Apalagi, Sandara sudah mengandung anakku, aku harus kasih dia status yang jelas," katanya meremehkan.
Ayesha menatap marah pada suaminya.
"Mas! Siapa wanita waras yang mau dimadu? Aku mau cerai!!!" serunya lagi.
Plaaak!!!
Sebuah tamparan kembali diterima oleh Ayesha.
"Kamu pikir kamu berhak ceraiin aku? Dasarnya wanita mandul!!!" seru Wendra.
Mata Ayesha kembali membelalak dan dadanya terasa sesak.
"Sekarang, aku langsung punya anak dengan Sandara. Tapi kamu? Tiga tahun ini kamu ngapain?!" seru Wendra lagi.
Mata Ayesha segera penuh dengan api kemarahan. Kalau saja Wendra tahu yang sebenarnya...
"Tapi tetap aja kamu nggak boleh giniin aku! Aku temani kamu dari nol!!!" serunya.
Wendra langsung tertawa mendengar ucapannya.
"Lalu? Seenggaknya dengan Sandara aku bisa langsung punya anak!!!" balasnya.
Sakit hati Ayesha mendengarnya. Padahal dia sudah mengusahakan segalanya demi punya anak dengan Wendra. Belum lagi dia selalu yakin rezeki anak setiap orangtua berbeda-beda. Ada yang datangnya cepat ataupun lama. Bahkan ada teman Ayesha yang sudah lima tahun menikah belum dikaruniai anak.
Tapi Wendra? Baru saja tiga tahun mereka menikah dia sudah tidak tahan?
"Aku yakin ini bukan cuma tentang masalah anak kan, Mas?" tanyanya lagi dengan perasaan sakit hati.
Wendra menatapnya dan terbahak.
"Kamu benar, Ayesha! Sandara itu pebisnis sukses! Dia kaya raya! Dia bisa membantu Aku memperluas jaringan koneksiku!" serunya dengan puas.
Gigi Ayesha langsung gemeletuk mendengarnya, geram.
"Terserah Mas. Pokoknya kalau kamu masih berniat nikah lagi, aku minta cerai!!!" serunya segera.
"Terserah. Aku sudah memberi kamu pilihan. Tapi ingat, begitu kita cerai, kamu cuma berhak dapat sedikit harta gono-gini. Rumah ini punyaku, dibeli dengan uangku dan atas namaku. Sebagian besar perabotan dan benda elektronik punyaku juga. Kamu cuma boleh bawa mobilmu dan barang-barang yang nanti aku bikin daftar dulu," cecar Wendra panjang lebar.
Ayesha menggeram. Betapa kejamnya Wendra! Dan betapa perhitungannya dia! Padahal sebagian besar barang-barang rumah mereka beli bersama. Ada juga barang-barang elektronik yang Ayesha beli sendiri untuk hadiah ulang tahunnya.
"Kamu kejam, Mas. Tapi asal kamu tahu, kalau kita belum punya anak, itu bukan masalahku aja!" serunya kemudian.
Wendra menatapnya tak percaya dan terbahak lagi.
"Semua ini karena kamu, Ayesha! Kamu kan mandul!!!" serunya mencela.
Ayesha kembali merasakan sakit hati. Seandainya saja suaminya tahu ....
"Terserah, Mas. Segera urus perceraian kita. Aku nggak mau satu atap lebih lama lagi sama kamu. Mulai malam ini aku tinggal di rumah ibu," kata Ayesha segera lalu segera bangkit dari tempat duduknya.
"Asal kamu jangan menyesal, Ayesha," kata Wendra lagi dengan nada mencela.
Ayesha mengepalkan tangannya.
Aku nggak mungkin menyesal, pikirnya.
Karena aku punya kartu as, Mas. Aku punya rahasia tergelapmu.
Dan saat pernikahanmu nanti, akan aku berikan aibmu itu sebagai hadiah pernikahan, tekadnya sambil berjalan menjauh.

Aulia Hazuki
32 Pengikut · 6 Novel