


oleh Cakrawalabiru_2025 · 35 Bab
Dianggap sampah, ia mati terkhianati. Lalu waktu berputar balik. Di balik wajah pemalas, suka pesta, boros, hura-hura, menghamburkan uang, kini tersembunyi akal tajam dan kekuatan dahsyat. Ia takkan berhenti sebelum pengkhianat membayar lunas dan takhta kembali pada jalan yang benar. Kini, dia menyelamatkan saudara-saudara yang disayangi dan wanita yang dicintainya.
"Pangeran! Pangeran! Anda tidak apa-apa?"
"Pangeran! Jangan buat kami takut!"
Suara-suara panik itu terus memanggil dan mengguncang badan Pangeran Wang Long yang tergeletak dengan mulut yang berdarah dan badan yang membiru.
"Tabib! Panggil Tabib!" teriak Guan, pengawal setia Pangeran Kelima Wang Qin Long dari Istana Naga Langit tersebut.
Beberapa wanita di Rumah Hiburan Musim Semi berhamburan berusaha memanggil tabib yang paling dekat di rumah hiburan tersebut.
"Kalian! Cari wanita gila yang sudah meracuni Pangeran tadi!" perintah Guan pada anak buahnya.
"Siap, Tuan. Kami akan segera menangkap wanita itu."
"Pangeran, hamba mohon sadarlah, Pangeran. Bagaimana hamba akan menjelaskan pada Ibu Suri dan Baginda Raja, jika Anda seperti ini, Pangeran!" gumam Guan panik, mengingat hukuman yang akan dia terima jika nyawa pangeran kelima ini hilang.
"Bagaimana kita akan melaporkan pada pengawas kerajaan. Bisa-bisa kepala kita menggelinding di alun-alun besok," bisik-bisik beberapa pengunjung dan beberapa penghibur di Rumah Hiburan Musim Semi tersebut.
"Iya. Walaupun Pangeran Wang Qin Long itu suka pesta pora setiap hari dan suka sekali menghamburkan uang, tapi dia tetap kesayangan Baginda Raja Wang Qin Hao," sahut beberapa orang lainnya.
"Ayo kita segera meninggalkan tempat ini, sebelum pasukan istana datang kemari," bisik beberapa orang yang merasakan gelisah dan ketakutan luar biasa.
Wajah tampan Pangeran Wang Long makin biru pucat.
"Maafkan, Hamba. Hamba terlambat datang."
"Tabib Xian, cepat periksa Pangeran!"
Tabib yang berusia sekitar 60 tahun itu pun segera memeriksa kondisi Pangeran Wang Long.
"Maafkan kekurangan hamba, Pengawal Guan. Racun seribu api ini sudah mulai menyebar hampir ke organ vital, Pangeran."
"Apa! Secepat itu reaksinya? Padahal baru beberapa menit setelah kejadian itu?" Mata Pengawal Guan sampai membelalak penuh kejutan dan kepanikan.
"Jadi, bagaimana caranya untuk mengatasi dan mengobati racun seribu api itu, Tabib Xian?"
"Tidak bisa, napas Pangeran tinggal satu-satu, sudah begitu lemah. Siapkan hati kalian semua." Tabib Xian langsung berbalik meninggalkan Pengawal Guan yang masih termangu.
"Jika Tabib Xian saja tidak bisa mengobati Pangeran, maka sehebat apa tabib itu akhirnya ilmu dan pengalaman mereka pun tidak akan berarti. Mereka pasti juga tidak akan bisa mengobati dirinya.
Tak lama tubuh Pangeran kaku dan napasnya pun terhenti. Tubuh itu berangsur-angsur mulai dingin, membuat Pengawal Guan tersungkur di depan jasad Pangeran Kelima Kerajaan Naga Langit.
"Pangeran kelima sudah tiada." Ia mengumumkannya di depan semua orang yang ada di Rumah Hiburan Musim Semi.
Saat itu tanpa mereka sadari, seberkas cahaya putih kebiruan melesat masuk ke dahi Pangeran Kelima Wang Qin Long.
Cahaya itu kemudian membungkus tubuh gagah dan tegap Pangeran dan menutup dengan rapat tanpa ada celah yang tidak terbungkus.
Putaran waktu pun bergerak mundur secara ajaib. Membawa Pangeran Kelima Wang Long ke masa saat dia masih mengikuti acara pendewasaan yang biasa diadakan di istana sebagai rasa syukur bahwa banyak pangeran, putri dan kaum bangsawan juga bisa merayakan bersama di Kerajaan Langit. Acara itu biasa disiapkan oleh Permaisuri atau Ibu Suri sendiri.
"Hah! Apakah aku sudah ada di nirwana? Bukankah aku sudah mati meminum racun Sui Ling di rumah hiburan itu? Kok tiba-tiba aku ada di Aula Utama Istana Naga Langit? Aula Utama Awan? Aku hidup kembali. Ini nyata!"
Wang Long menepuk pipinya dan mencubit lengannya. Sakit. Ternyata dia benar-benar hidup kembali dan balik ke acara pendewasaannya yang diadakan langsung oleh Ibu Suri.
Wang Long mengamati dan mengawasi sekitarnya, dia meneguk beberapa anggur dalam cawan di depannya. Masih dengan rasa yang tidak percaya.
"Siapa sangka, aku masih diberikan kesempatan hidup kembali, hidup kedua kalinya?" gumamnya sambil menikmati tarian yang dibawakan oleh para penari terbaik di ibukota.
"Adik Kelima, apa yang mengganggu pikiranmu, aku perhatikan kau sedang memikirkan sesuatu. Seharusnya kau bahagia bukan, acara besar dan meriah hanya diadakan untuk merayakan hari pendewasaanmu oleh Ibu Suri langsung?" sindir kakak sulungnya.
"Long terlalu bahagia, Kakak Sulung, jadi buat Long terbawa suasana."
"Baiklah, Pelayan, tuangkan anggur di cawan Pangeran kelima."
Seorang pelayan yang seakan sudah siap langsung menuangkan anggur itu di cawan Wang Qin Long tanpa ragu.
"Agh? Ampuni hamba, hamba sudah lancang. Sudah menumpahkan anggur ke pakaian Yang Mulia. Mari hamba antar ganti pakaian."
Dalam kilasan ingatan di kehidupan lamanya dulu, di saat itulah dia dijebak dan melakukan hal yang tak berkenan hingga akhirnya harus dipenjara di bawah tanah selama tiga bulan dan diberi makan cuma sekali sehari.
"Aku tidak boleh terjebak lagi di kehidupan keduaku ini," gumam Wang Qin Long dalam hatinya.
Dia harus bisa mengubah dan membalikkan keadaan. Dia tidak ingin mencelakai siapa pun. Dia juga harus lebih berhati-hati dan waspada lagi.
"Tak aku sangka. Padahal selama ini aku telah berusaha sedemikian rupa untuk menampilkan diri menjadi pangeran yang tidak berguna, boros, suka main wanita, hura-hura, suka pesta dan suka sekali menghamburkan uang, tapi tetap saja menjadi sasaran dan target untuk dilenyapkan karena dianggap penghalang. Padahal aku kan tidak ingin berebut takhta!"
"Kini, aku akan berubah, kalian yang memaksa aku untuk jadi begini. Kalian yang membangunkan naga sejati yang mencoba santai dan tidur. Kini kalian akan terima pembalasan aku. Tidak ada lagi kata mundur!" geram Pangeran Wang Qin Long penuh emosi.

Cakrawalabiru_2025
0 Pengikut · 3 Novel