


oleh Cupcake_R · 98 Bab
Terlahir sebagai seorang anak perempuan dengan kelainan jantung, Cecilia Brosnan, gadis berusia 16 tahun, harus mengenal pahitnya hidup sejak membuka mata pertama kali. Kehadirannya yang seharusnya disambut dengan cinta, malah menjadi alasan kedua orang tuanya pergi. Demi bertahan hidup, Cecilia terpaksa berhenti dari sekolahnya dan bekerja di dunia hiburan malam. Hingga suatu ketika, Cecilia ditawari belajar di SMA Internasional Hanwu sebagai permintaan maaf dari seorang remaja yang tanpa sengaja menabraknya, Aarav. Namun, kehidupan Cecilia di sekolah justru semakin hancur, setelah siswi konglomerat generasi kelima, sekaligus putri pemilik sekolah, Gaselyn, merundungnya secara diam-diam karena cemburu dengan kedekatan Aarav dengan dirinya.
"Selamat datang di halaman pertama dari kisah ini, novel kedua yang aku tulis di KutuBuku. Novel ini lahir dari imajinasi, inspirasi, dan emosi yang mungkin pernah singgah dalam hidup seseorang. Semoga setiap kata yang terukir di sini mampu membawa kalian menyelami dunia yang berbeda, menemukan makna, dan merasakan detak emosi di setiap lembarannya. Selamat membaca dan menikmati novel ini.”
(Guangzhou, China, 11 Mei 2009)
Hujan deras menghantam bumi tanpa ampun, menciptakan irama kacau di atas genting dan mengetuk-ngetuk jendela seperti jari-jari gelisah yang mencari perhatian. Kilatan petir membelah langit malam, menyingkap bayang-bayang pohon yang bergoyang diterpa angin.
Di seberang jalan yang ramai, sebuah rumah sakit besar berdiri tegak, memancarkan kilauan lampu yang terang. Dari balik jendela yang buram, sepasang mata mengintip keluar—gelisah, dengan jari-jemari yang terus dipilin tanpa henti.
“Tuan! Anak Anda sudah lahir!”
Sepasang mata itu menoleh ke belakang, saat seorang perawat berteriak padanya.
Perlahan, senyum di bibirnya mulai tampak, diiringi langkah kaki yang berlari menuju ruang persalinan, diikuti oleh sang perawat di belakangnya.
Brak! Pria itu membuka pintu persalinan dengan kasar---saking semangatnya.
Di dalam sana seorang wanita berbaring di atas brankar, mendekap bayi perempuannya yang baru lahir, sangat cantik.
“Ini anak kita?” Fan Yuenwu, seorang pria tampan--pewaris tunggal keluarga konglomerat generasi pertama, mengambil alih putri kecilnya dari dekapan sang istri, Ayleen.
Ia menggendongnya, menyanyikannya sebuah lagu, hingga menciumnya tanpa henti. Suatu kebahagiaan besar bagi keluarga kecil itu, dianugerahi seorang putri pertama yang begitu cantik bagai bidadari.
“Dia cantik, kan?” Ayleen berucap, di sela-sela embusan napas beratnya, setelah melahirkan.
“Iya, dia cantik. Mirip kamu.”
“Bukan cuman mirip aku. Tapi dia juga mirip kamu. Lihat, deh, bibirnya. Mirip kamu banget.”
Fan Yuenwu terkekeh. Suaranya membahana, mengisi ruangan yang hanya terdapat beberapa orang saja.
Kriett ….
Tiba-tiba seorang dokter yang sebelumnya menangani Ayleen, membuka pintu ruangan, menyentuh pundak Fan Yuenwu, membuatnya menoleh.
“Ah? Ada apa?”
“Selamat, ya, bayi kalian terlahir dengan wajah yang cantik.”
Lagi, Fan Yuenwu dibuat terkekeh. Bangga atas kelahiran anak pertamanya, yang begitu sempurna di mata orang-orang.
“Tapi putri Anda mengidap kelainan jantung.”
Senyum indah yang terukir di wajah sepasang suami-istri itu seketika lenyap.
Ayleen mengerutkan keningnya. Perasaan putus asa seperti yang dirasakannya ketika melahirkan tadi, kembali muncul. Ia menekan dadanya yang terasa sesak, menahan tangis.
“Maksud Anda?” Fan Yuenwu memberanikan diri bertanya, di sela-sela rasa bingungnya.
“Jadi, putri Anda mengidap kelainan jantung yang diakibatkan oleh beberapa faktor. Boleh jadi berasal dari faktor genetik. Meski kalian sehat, akan tetapi kalian juga bisa membawa gen resesif yang menyebabkan kelainan jantung pada anak.”
“Selain itu, kelainan jantung juga dapat terjadi akibat faktor lingkungan. Seperti infeksi saat kehamilan, atau bahkan paparan zat berbahaya dari alkohol dan sejenisnya, yang seharusnya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil.”
“Ja-jadi ….”
“Hmmm, saya mengerti. Mungkin dengan mengetahui kenyataan bahwa putri kalian terlahir cacat, adalah suatu kehancuran besar bagi suami-istri yang baru pertama kali menerima anugerah dari Tuhan.”
“Tapi Tuan dan Nyonya tidak perlu khawatir. Jika Tuhan berkehendak, putri kalian pasti bisa selamat, selagi menjalani perawatan tiap empat bulan sekali. Kami akan selalu siap membantu.”
“Saya permisi.” Dokter itu menundukkan kepala, sebelum akhirnya pergi meninggalkan ruang persalinan bersama seorang perawat yang sebelumnya masuk bersama Fan Yuenwu.
Kini, yang tampak di wajah sepasang suami-istri itu hanyalah suatu penyesalan.
Bukan hanya Ayleen, sebagai sosok yang telah mengandung selama sembilan bulan, hingga melahirkannya susah payah. Tapi juga Fan Yuenwu, yang telah lama menanti kehadiran anak pertama mereka, ikut hancur.
Ia menempatkan putri kecilnya kembali ke dekapan Ayleen, lalu membalikkan badan ke arah pintu.
“Mau ke mana?” tanya Ayleen, menahan cairan bening pada pelupuk matanya, supaya terlihat kuat di depan sang suami, maupun Tuhan.
“Aku … aku mau cari udara segar.” Setelah mendongak dan menarik ingusnya, pria itu melangkah melewati pintu.
Ayleen yang masih terbaring tak dapat menahan suaminya. Ia hanya mampu menatap punggungnya yang semakin lama semakin menghilang, sambil berharap Fan Yuenwu akan kembali datang dan memenangkan hatinya yang hancur.
*****
Dua jam lamanya, sampai Ayleen terbangun dari tidurnya, dan hujan petir telah berhenti dari amukannya. Namun, wanita dengan seorang bayi di sisinya, belum melihat suaminya ada di sana.
Ayleen mengedarkan pandangannya, menelisik ke berbagai sudut ruangan mencari sosok pria tampan itu. Tapi, dia tetap tidak menemukannya.
Dengan tubuh lemas gemetar, Ayleen memaksakan diri untuk bangkit dari brankar.
Langkah kecilnya yang pelan, membawanya tiba di depan ruang persalinan yang tampak sepi.
“Sayang? Sayang?!”
“Ah, No-Nona … Nona jangan keluar.” Seorang perawat yang berjalan melewatinya, mencekal lengan Ayleen dan menahannya supaya tidak melangkah lebih jauh.
Dia menarik lengan Ayleen, dibawanya masuk ke dalam ruangannya.
Ayleen duduk di sisi ranjang. Dia menatap sang suster. “Mana suami saya?”
“Suami Nona? Siapa?”
“Fan Yuenwu.”
Suster itu sedikit berpikir, kemudian mengingat sosok pria tampan dengan kacamata hitam di wajahnya, membayar biaya administrasi beberapa menit lalu. Pria itu mengaku bernama Fan Yuenwu.
“Ah … Tuan Fan? Dia sudah pulang sekitar satu jam yang lalu. Biaya administrasinya juga sudah dibayar, jadi Nona tidak perlu cemas.”
Ayleen kemudian menatap jam yang terpampang di dinding ruangan. Jarum yang telah menunjukkan angka pukul sebelas malam, tak mungkin mengembalikan sosok Fan Yuenwu kembali ke hadapannya.
Dengan perasaan ragu yang bercampur dengan kekhawatiran besar, Ayleen nekat membawa putri kecilnya keluar dari bangunan rumah sakit di tengah langit gelap yang mengerikan, meski para perawat telah berjuang keras menahan kepergiannya.
Setelah menaiki taxi dan tiba di depan sebuah gerbang besar kediaman Fan, Ayleen menekan tombol bel beberapa kali.
Bukan para maid yang keluar untuk menyambut kedatangannya, melainkan tiga pria bertubuh kekar yang menghampirinya, dengan tampang mereka yang galak.
“Nyonya Ayleen?” Salah seorang pria itu menunjuk Ayleen, membuatnya mengangguk ragu.
Dari belakang tiga pria itu, Ayleen melihat seorang maid, baru saja keluar melewati pintu gerbang.
Ayleen sudah tersenyum lega. Tapi tidak, setelah sang maid memberikannya koper berisi pakaian.
“Kau bukan lagi seorang nyonya, karena Tuan Fan telah mengusirmu. Enyahlah! Sebelum beliau melihatmu, dan membunuh habis dirimu!”
“Fan Yuenwu mengusirku? Bagaimana bisa?! Aku, kan, istrinya!” Mata Ayleen sudah berkaca, tangis hendak mengiringi kalimatnya. Namun dia dengan tegar menahan tangis itu di hadapan mereka.
“Jangan berani berkata kalian adalah sepasang kekasih, jika kalian saja menikah tanpa sepengetahuan kedua orang tua.”
“Hei! Jaga mulutmu!”
“Ini kenyataan. Jadi, sekarang kau pergilah.”
“Tapi anakku–” Ayleen menghentikan kalimatnya, setelah tiga orang pria berbadan kekar itu menggertakkan leher serta jari-jari tangan mereka.
Ayleen ketakutan. Lantas, ia pun mengangkat kakinya pergi dari sana. Entah ke mana wanita itu akan pergi, karena dua tahun lalu, Ayleen telah meninggalkan keluarganya di negara seberang demi menikahi Fan Yuenwu.
Pria yang pada akhirnya mengusirnya pergi, hanya karena ia melahirkan putri yang cacat.

Cupcake_R
43 Pengikut · 2 Novel