


oleh IronV · 26 Bab
Eun Kyung bertekad untuk menghentikan kakaknya dari perjudian yang berbahaya, ketika dia mengetahui kakaknya berada di sebuah klub malam. Rencana Eun Kyung berantakan. Dia tak sengaja bertemu dengan seorang pria mabuk yang kehilangan arah dalam sebuah kegelapan ruangan. Upayanya untuk membantu sang kakak malam itu, berubah menjadi mimpi buruk ketika situasi tak terduga membuat pria itu merenggut keperawanan Eun Kyung. Kini, terjebak dalam kebingungan dan ketakutan, Eun Kyung mendapati dirinya hamil akibat pertemuan yang tak diinginkan. Dia harus menghadapi konsekuensi, sambil tetap berjuang untuk menyelamatkan dirinya dan bayinya. Eun Kyung berusaha menemukan jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Kim Eun Kyung berjalan menuju halte terdekat setelah menyelesaikan pekerjaannya hari ini yang sangat melelahkan, ia berdiri seharian tanpa duduk kecuali saat istirahat.
Tak lama setelah itu Eun Kyung dikagetkan dengan suara getaran ponselnya.
Dreettt, drettt.
"Eonnie, Oppa berulah lagi.” Itulah pesan singkat yang dikirim oleh adik Eun Kyung, yang bernama Kim Eunseul.
"Ck! Sial.” Bergegas Eun Kyung mempercepat langkahnya berharap segera menemukan keberadaan kakaknya.
Eun Kyung berada di depan sebuah club mewah, ia tak sengaja berpapasan dengan seorang pria yang merangkul seorang gadis muda yang nampak mabuk berat. Pria itu tampan terlihat sangat keren bahkan wajahnya terlihat imut dan mainly di waktu yang bersamaan.
"Ck! Aissh,” gumam Eun Kyung, lalu gadis itu mengabaikan eksistensi mereka dan segera masuk ke tempat itu. Suara dentuman musik yang cukup keras, mungkin sangat keras, bahkan Eun Kyung tak bisa mendengar suaranya sendiri dengan jelas. Di sana banyak orang sedang berdansa cukup liar bahkan ada juga yang sudah teler masih terus minum hingga terkapar.
Bahkan mata gadis itu terbelalak saat melihat seorang pria dan perempuan berbaju minim di depannya berciuman brutal, tentu saja pemandangan tersebut mengganggu mata Eun Kyung yang masih suci itu.
"Astaga kenapa aku harus terjebak di tempat sialan penuh dosa ini.” Gerutu Eun Kyung pada dirinya sendiri, namun ia terus celingukan mencari keberadaan saudaranya tersebut.
Eun Kyung berjalan menuju seorang bartender tampan yang sedang memegang sebotol wine.
"Kyung-ah!" sapa pria tampan tersebut yang suaranya bahkan tak terdengar di gendang telinga Eun Kyung, tapi tangan pria tampan itu menarik ke atas sehingga bisa mengisyaratkan bahwa ia sedang memanggil seseorang yang tak lain adalah Eun Kyung
"Oppa, di mana pria sialan itu?" Eun Kyung bertanya sedikit berteriak agar suaranya bisa terdengar ditambah lagi dengan perasaan kesalnya.
"Dae Jung?" tanya balik pria di depannya tersebut
"Iya siapa lagi," menghembuskan nafas kasar, "dia berjudi lagi?!"
Tentu saja pria tampan bermarga Min itu menunjukan di mana pria yang sedang dicari gadis yang sedang berdiri di depannya tersebut, dan seketika Eun Kyung berjalan menuju ruangan yang dimaksud bartender tadi, yang tak lain adalah Min Yoongi. Mereka sudah saling mengenal sejak Eun Kyung duduk di bangku SMA, Min Yoongi adalah teman sekolah Dae Jung, kakak Eun Kyung.
.....
"Yak Park Jimin sadarlah.” Seorang pria sedang menepuk-nepuk pipi seorang Park Jimin dengan sedikit kasar agar pemilik pipi tersebut segera menyadarkan diri atau setidaknya membuatnya mengurangi beban badannya sendiri dengan bisa berjalan tanpa harus diseret seperti ini.
Jimin menyandarkan kepalanya yang terasa amat berat di bahu milik temannya tersebut. Jimin memang pecandu alkohol tapi tidak setiap hari juga ia akan mengkonsumsi alkohol, tapi ketika ia sudah sekali minum ia tidak ingin berhenti seolah gejolak minuman tersebut benar- benar membuatnya gila.
Pria berusia 24 tahun itu sekarang telah tergeletak di atas ranjang dengan posisi kakinya bergelantungan di bibir ranjang. Teman Jimin telah meninggalkannya di sebuah kamar yang ia sewa di club tersebut. Bodohnya karena teman Jimin lupa atau sangat buru-buru karena sang kekasih tak henti-hentinya menelepon, buru-buru ia pergi meninggalkan Jimin yang ia pikir pasti sudah aman berada di sana.
Beberapa menit kemudian Jimin mengerang karena pusing di kepalanya. Ia segera mendudukkan dirinya di atas ranjang lalu memanggil temannya tadi.
"Hyung … kau di mana?" Taemin sudah pergi sejak beberapa menit yang lalu menyisakan Jimin yang berusaha menyadarkan dirinya, entah berapa botol yang ia telan tadi sehingga membuatnya semabuk ini.
Tiba-tiba pintu terbuka sedikit menampakan sedikit kepala seorang gadis.
Eun Kyung menelisik pandangannya, ia berpikir kenapa ruangannya tampak sepi dan juga ruangannya tidak terlalu terang, karena lampu tidak dinyalakan sepenuhnya. Salahkah Eun Kyung karena tak mendengar penjelasan lebih rinci tempat yang dimaksud Min Yoongi tadi. Pasalnya, ia hanya mendengar dari Yoongi jika kakaknya berada di salah satu ruangan di sana yang tak terkunci. Tentu saja ia melihat sebuah ruangan yang tak terkunci dan ia segera memasukinya. Tangan Eun Kyung sudah gatal ingin menghabisi kakaknya sendiri.
‘'Mati kau di tanganku setelah ini Kim Dae Jung!” gerutunya dalam hati, terdengar antusias ingin menghabisi kakaknya sendiri.
Eun Kyung meraba dinding niatnya ingin menyalakan lampu.
Seketika sebuah tangan kekar menariknya, wajahnya tak terlihat jelas tapi bau alkohol menyeruak dalam hidung Eun Kyung.
Eun Kyung takut-takut jika pria itu akan berbuat macam-macam lalu ia memundurkan langkahnya semakin ke belakang agar jaraknya tak terlalu dekat dengan pria asing tersebut.
Sialnya ia malah terjatuh di atas ranjang tepat di belakangnya, untung ia terjatuh di atas ranjang empuk bukan dilantai, bisa bayangkan kepalanya akan kesakitan setengah mati, tapi keadaan sekarang lebih sial lagi dimana pria tersebut berada tepat diatas Eun Kyung menindihnya, wajah mereka sangat dekat hingga Eun Kyung maupun jimin bisa melihat wajah mereka satu sama lain.
"Si- siapa kau?" tanya Eun Kyung.
"Kenapa kau harus tahu siapa aku?" tanya Jimin, yang mendadak membulatkan mata Eun Kyung.
"Bukankah kau jalang hanya perlu melayaniku saja."
"Yak! Jaga bicaramu, aku bahkan tak sudi melayani pria sepertimu, ingat AKU BUKAN JALANG!"
"Waw ... jalang yang tak sopan." Jimin menunjukkan senyum nakalnya.
"Tutup mulutmu!" Eun Kyung menampar pipi mulus Jimin, bahkan Jimin semakin terbuai gila karena tamparan gadis tersebut rasa ingin menaklukkannya semakin dalam.
"Kau Jalang, berani sekali kau menamparku."
Apa ini yang disebut one night stand?
Pagi harinya, Eun kyung membuka bola matanya dan langsung memegangi kepalanya karena pusing. Gadis itu masih enggan terbangun apalagi sekedar membuka mata. Tapi seketika ia merasa aneh dengan tubuhnya. Segera mungkin ia membuka mata, dan demi apapun Eunkyung seolah terbentur batu yang sangat besar, ia melihat pemandangan di pagi hari. Ralat, bahkan ini hampir siang tepatnya jam 10 lebih.
Eunkyung membelalak menatap manusia yang sedang terlelap menampakan dada bidangnya yang telanjang, untung selimutnya masih menutupi bagian aset pria tersebut.
"Kau ... kau ... yakkk!!" Eunkyung memukul Jimin dengan bantal berkali-kali sontak sang empu merasa terganggu di alam mimpinya.
"Yakkk!" Jimin menahan bantal yang melayang di wajahnya
"Apa yang kau lakukan, huh?"
"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan brengsek?" Eun Kyung marah.
Tidak ada jawaban, Jimin langsung mendudukkan dirinya, sontak Eun Kyung menutupi tubuhnya dengan selimut agar tak terlihat oleh pria brengsek di depannya itu, padahal semalaman Jimin sudah menikmati pemandangan tubuh gadis itu.
Jimin mengambil dompet, dan memberikan beberapa lembar uang pada Eun Kyung.
"Yak ... apa ini? Kau gila! kau pikir aku pelacur, huh?"
"Kau tak bisa seenak hati membayarku setelah meniduriku, tepatnya memperkosaku.”
"Dengar ya, aku tidak memperkosamu! kau sendiri yang datang ke sini semalam, kau seolah terpaksa melakukannya padahal kau sendiri menikmatinya. Jalang jangan sok jual maha!”
Takkkss ...
Tamparan mendarat di pipi Jimin.
"Yaaaa Tuan! dengar ini. Aku bukan pelacur, aku juga bukan mainan yang bisa kau bayar seenak hati setelah apa yang kau lakukan, kau memaksaku pada awalnya, apa yang bisa aku lakukan? tapi kau, dengan sombongnya melempar lembaran uang padaku, kau kira aku murahan.”
Jimin pun geram dibuatnya.
Pria itu mendekatkan wajahnya pada wajah Eun Kyung, "dengar ini. Semua wanita sama di mataku kalian adalah mainan setelah aku puas dan bosan aku akan membuang kalian sesukaku, ingat kalian hanya mainan!"
Ucap Jimin penuh penekanan.
Tasskk
Tamparan kedua kalinya mendarat di pipi Park Jimin, dengan nafas terengah-engah Eun Kyung lalu meninggalkan Jimin yang terdiam di sana. Eun Kyung memakai baju, lalu setelahnya ia bergegas keluar dari ruangan tersebut, tanpa perduli dengan Jimin yang masih terdiam disana dengan memandangi Eun Kyung yang melangkah pergi.
"Pria brengsek!”

IronV
2 Pengikut · 1 Novel