

Misteri hilangnya anak-anak membuat geger warga Desa Surup Lor. Di balik desas-desus, nama Mbah Jiwo disebut-sebut sebagai dalangnya. Vanesa, mahasiswa kedokteran yang tengah KKL, kehilangan teman kecilnya, Saras. Semua bukti menunjuk pada Mbah Jiwo. Bisakah Vanesa dan warga membongkar misteri ini sebelum anak lain menjadi korban? Ataukah yang mereka hadapi bukan sekadar mitos?

Sejak kecil, Adella Saputri tumbuh layaknya anak-anak pada umumnya. Namun, hidupnya berubah ketika ia mulai melihat sosok-sosok yang tak terlihat oleh orang lain, mendengar bisikan dari dunia tak kasatmata, dan mengalami berbagai kejadian yang sulit dijelaskan oleh logika. Ketakutan pun menjadi bagian dari hari-harinya, baik di sekolah, di perjalanan, maupun di rumah. Saat mencari jawaban, hanya sang nenek yang menuntunnya untuk mendekat kepada Allah melalui salat, doa, zikir, dan membaca Al-Qur'an. Apakah yang dialami Adella adalah terbukanya mata batin, atau justru ujian keimanan yang akan membawanya menemukan makna sejati tentang iman, keberanian, dan tawakal?

Perjodohan yang tak diinginkan, mempertemukan Ruby, seorang gadis ceria yang memiliki masa lalu suram dengan Clayton, pria dingin tanpa ekspresi. Akankah hubungan mereka dapat berkembang ke arah yang lebih indah?

Sepasang high heels merah marun di pasar loak itu tampak biasa. Namun, menyimpan jejak perjuangan empat perempuan. Dari Utari yang berjuang melawan kemiskinan, Indah yang meloloskan diri dari jerat hubungan manipulatif, hingga Anjani yang tegar memperjuangkan hak asuh anaknya. Kini, sepatu itu jatuh ke tangan Rimbun, gadis pendiam yang terbiasa dengan alas kaki datar. Saat ia mencoba memakainya, ia belajar bahwa keberanian bukan tentang berjalan tanpa jatuh, melainkan kemauan untuk bangkit. Melalui jejak para pendahulunya, Rimbun menyadari bahwa setiap langkah yang ia ambil adalah warisan kekuatan untuk terus melangkah, meski dunia terasa berat.

Ardan kembali ke rumah tua keluarganya setelah kematian neneknya, membawa pesan terakhir yang terdengar mustahil, jangan menengok jika ada yang memanggil namamu dari belakang. Awalnya hanya sunyi, debu, dan kenangan masa lalu. Namun malam demi malam, suara langkah kaki, bisikan, dan sosok gelap mulai menghantuinya. Teror semakin dekat ketika Ardan menemukan rahasia kelam keluarganya tentang sesuatu yang tidak seharusnya dibangunkan. Kini ia harus melawan rasa takutnya sendiri, karena sekali ia menengok … sesuatu yang menunggu di belakangnya akan mengambilnya selamanya.

Bagi sekte pemuja Sang Bahureksa, angka seratus adalah gerbang kekuatan tanpa batas. Mereka hanya butuh satu tumbal terakhir demi menyempurnakan kutukan pesugihan. Sial bagi Kirana, garis takdir memilihnya menjadi penutup lingkaran setan ini. Saat teror supranatural mulai mengikis kewarasannya, Kirana harus berpacu dengan waktu sebelum jiwanya direnggut paksa.

Risa, budak korporat yang jomlo akut, iseng mengikuti ritual media sosial untuk memanggil jodoh. Sialnya, ritual itu berhasil. Esoknya, muncul Raden Mas Guntur di kosannya. Pria itu jangkung, sangat tampan, berpakaian adat Jawa kuno, dan yang paling penting, dia makhluk halus dari kerajaan gaib. Kini hidup Risa jungkir balik karena harus mengajari suami gaibnya naik ojek daring hingga menahan diri agar tidak meneror sang mantan. Pernikahan beda alam ini awalnya kocak, sampai akhirnya musuh politik Guntur dari alam baka mulai berdatangan ke dunia manusia dan mengincar Risa sebagai kelemahan terbesarnya.

Setiap lantai di Apartemen Grand Kirana memiliki rahasia, tapi koridor lantai empat punya cara sendiri untuk menyimpan penghuninya. Bagi Aris, harga sewa yang miring adalah keberuntungan di tengah peliknya ekonomi kota. Namun, keberuntungan itu menguap saat ia menyadari bahwa tembok kamarnya tidak hanya memisahkan ruang, tapi juga menyembunyikan sesuatu yang terus mencakar dari dalam. Di sini, aturan pertamanya sederhana. Jangan pernah membukakan pintu setelah pukul satu pagi, atau kau akan menyadari bahwa kau tidak pernah benar-benar sendirian di dalam unitmu.

Ini bukan sekedar kisah kutukan. Novel ini adalah kisah dari kutukannya sendiri. Sebuah naskah kuno ditemukan. Manuskrip yang usianya tidak diketahui. Di zaman modern kita menyebutnya novel horor. Novel yang hilang dari zaman kuno tapi, terikat aturan tunggal yang mengerikan. Tidak ada satu pun huruf D di dalam seluruh 80 babnya. Para peneliti sastra pun tergoda untuk menganalisa teka-teki linguistik ini, dan mereka tanpa sadar, membuka segelnya. Mereka salah! Mereka bukan hanya “membaca” sebuah cerita. Namun, mereka juga “melepaskan” Sang Cerita dari segelnya.

Kapten Arvellino yang bertugas di suatu pangkalan militer bersusah payah menyelamatkan rekan-rekannya dari kekacauan yang terjadi. Anehnya, mereka yang telah mati, seketika bangkit dan menyerang. Karena kewalahan menghadapi makhluk mengerikan itu, Arvellino memutuskan untuk meninggalkan pangkalan militer tersebut bersama pasukannya. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan beberapa orang yang sama-sama mencari jawaban dari apa yang terjadi saat ini. Tak sengaja mereka mendengar sebuah nama Rustein, yang memiliki arti penting dalam tujuan perjalanan mereka. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa orang-orang yang Arvellino temui dalam perjalanannya? Berhasilkah mereka menemukan jawaban mengenai Rustein?

Liburan yang telah direncanakan ternyata menjadi malapetaka bagi ketujuh pemuda yang memutuskan pergi berlibur ke sebuah pulau terpencil. Pasalnya vila yang mereka tempati berdekatan dengan sebuah danau yang terkenal misterius dan konon dihuni oleh sesosok mahluk mengerikan yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya. Teror demi teror pun menghantui satu per satu dari mereka, sehingga suasana liburan yang seharusnya menyenangkan malah terasa mencekam.

Evelyn tidak pernah mengira, kepulangannya kembali ke perkebunan justru membawanya pada satu teror mencekam. Teror makhluk gelap berwujud kupu-kupu hitam dan mengerikan. Gadis itu tidak tahu, ternyata dia terikat pada sebuah kutukan turun temurun dari nenek moyangnya. Apakah Evelyn akan menjadi korban selanjutnya dari kutukan tersebut? Siapakah pemuda yang sering datang membantunya? Ada hubungan apa antara Evelyn dan sekumpulan kupu-kupu yang sering datang menemuinya di kaki bukit?