

Diceraikan karena fitnah, Khansa memilih membesarkan putrinya seorang diri. Anehnya, mantan suaminya, Malik, terus mengirim nafkah puluhan juta setiap bulan, jauh melebihi putusan pengadilan. Semua orang menuduh Khansa masih bergantung pada mantan suaminya, sementara istri baru Malik menganggap uang itu bukti cinta yang belum padam. Tak seorang pun tahu, setiap rupiah yang dikirim Malik adalah upaya menebus kesalahan terbesar dalam hidupnya. Ketika rahasia di balik perceraian mereka terungkap, Khansa harus memilih antara menerima penyesalan itu, atau menutup selamanya luka yang pernah menghancurkan rumah tangganya.

Niat hati pulang kampung demi bertemu pariban idaman, Binsar malah mengikuti Google Maps yang ngotot memilih jalan "lebih cepat". Bukannya sampai ke rumah keluarga, ia justru tersesat di kampung asing yang dipenuhi orang-orang superunik dan situasi kocak. Di tengah kekacauan, Binsar akrab dengan seorang gadis yang sama sekali bukan paribannya. Saat maps terus membuat ulah dan rencana keluarga makin berantakan, Binsar mulai bertanya-tanya. Jangan-jangan jodoh memang suka datang lewat jalan yang salah?

Ada banyak hal yang bisa dijelaskan oleh sains. Tentang kehidupan, tubuh manusia, hingga cara kerja jantung. Namun, tak satu pun mampu menjelaskan mengapa seseorang bisa membekas begitu lama dalam hati. Setelah gagal meraih kampus impiannya, Raina Azzura harus menerima kenyataan bahwa laki-laki yang diam-diam ia kagumi tak pernah ditakdirkan berjalan di sisinya. Di tengah praktikum, penelitian, dan perjalanan mengejar mimpi baru, Zura terus mencari jawaban atas perasaannya. Hingga semesta mempertemukannya dengan seorang dokter yang tak pernah ada dalam rencananya. Mungkin benar, memahami anatomi tubuh jauh lebih mudah daripada memahami anatomi sebuah perasaan.

Dulu Naya bisa menentukan kehidupan yang ia inginkan. Sekarang, bahkan untuk berpikir pun tak bebas ia lakukan. Seolah ada sesuatu yang selalu ingin ikut andil dalam hidupnya. Hubungan manis, tetapi semakin lama justru semakin menjeratnya tanpa disadari Naya. Perlahan belenggu itu semakin nyata dan menyisakan sebuah rahasia yang belum terselesaikan sejak awal. Bisakah Naya melepaskan dirinya? The Silent. Karena luka yang paling dalam, tidak pernah bersuara.

Candy adalah gadis ceria yang mendambakan cinta tulus di tengah keluarga yang harmonis. Namun, sebuah kecelakaan tragis merenggut seluruh kebahagiaannya dalam semalam. Di ambang kematian, ia justru diselamatkan dan dirawat oleh Anthony, kakak angkat yang dulu sangat membencinya. Lima tahun mendampingi Candy hingga napas terakhirnya, Anthony didera frustrasi dan penyesalan, lalu menangis mengakui cinta yang terlambat. Ketika keajaiban membuat Candy terlahir kembali, benarkah ia hidup demi membalas cinta Anthony? Ataukah ada takdir lain yang sedang menantinya?

Bella sungguh tidak pernah menyangka bahwa Juna, pria biasa yang ia nikahi, ternyata adalah pewaris tunggal dari keluarga tersohor. Selama hampir satu tahun pernikahan—bahkan jauh sebelum mereka memutuskan untuk kawin lari tanpa restu—Juna berhasil menyembunyikan identitas aslinya dengan sempurna. Di mata Bella, Juna hanyalah pria sederhana, bukan bagian dari dunia yang penuh gelimang harta. Ketika kebenaran itu akhirnya terkuak, rasa cinta berganti menjadi luka yang mendalam. "Aku benci padamu, Juna! Kau sudah membohongiku selama ini!" "Dengarkan aku dulu! Aku ini calon suamimu, Bella!"

Bima Wiranata, pemuda pribumi cerdas, jatuh cinta pada Kirana Kusuma, putri Haryo Kusuma yang kaya dan berpengaruh. Namun, cinta mereka terhalang perbedaan sosial dan ambisi Prabu Adiningrat, rival licik yang ingin merebut Kirana. Dengan beasiswa ke Belanda, Bima bekerja keras demi membuktikan dirinya layak, bermimpi melamar Kirana di Paris. Saat kebenaran tentang Prabu terungkap, kesempatan terbuka. Namun, takdir membawa tragedi tepat setelah lamaran di Paris. Kirana meninggal. Kisah epik ini penuh cinta, pengorbanan dan perjuangan melawan rintangan sosial dan takdir, berlatar Bandung kolonial, Eropa, dan Paris romantis.

"Kamu cuma tukang kebun!” “Dan kamu cuma gadis desa,” balas Junaidi santai. Senyum menggoda itu milik lelaki yang tak punya apa-apa selain otot yang terbentuk dari kerja kasar. Tatapan matanya tajam penuh misteri, selalu sukses memancing emosi Bella, membuat Bella ingin memaki, sambil membenci kenyataan bahwa jantungnya justru berdebar tak tahu malu. Namun, ada sesuatu yang Bella tak tahu. Di balik pakaian lusuh dan sikap menyebalkan itu, Junaidi menyimpan identitas yang bisa mengguncang keluarganya.

Bulan yang memang selalu cuek terhadap pria, tapi setelah bertemu dengan Faiz, ia merasakan hal yang berbeda dan ia baru tahu kalau ia benar-benar menyukai Faiz. Awalnya ia kesal kenapa ia harus menyukai Faiz yang tak lain adalah kakak kelasnya, murid terpopuler juga di di sekolahnya, membuat ia cemburu akan gadis-gadis yang mendekatinya. Terutama gosip tentang Faiz yang berpacaran dengan teman sekelasnya. Tapi Bulan tidak benar-benar berani untuk mengungkapkan perasaannya, akibatnya ia hanya mengaguminya dalam diam, tapi bagaimana reaksi Faiz jika ada yang diam-diam mengaguminya yang orang itu adalah Bulan?

Bukankah rumah itu adalah tempat ternyaman? Ketika keluarga saling berkumpul dengan cinta, tetap bertahan dalam suka dan duka. Itulah yang diyakini Aleksandra Elodie Azalea, tetapi keyakinannya memudar setelah gadis itu dituntut untuk sempurna dalam berbagai hal. Ia menganggap, rumahnya berdiri tanpa pilar. Di saat itu, Aleksandra mulai berani menjadi dirinya sendiri tanpa dikekang aturan. Apa alasannya? Bisakah perubahan Aleksandra yang mendadak menyadarkan orang tuanya tentang ketidaksempurnaan? Adakah pangeran yang akan datang membantunya keluar dari sana dan membahagiakannya?

Ramadan mengajarkan banyak hal. Tentang sabar. Tentang ikhlas. Tentang melepaskan. Heni sudah terlalu sering menolong tetangganya—Ami dan Farhatun—tanpa pernah mengeluh. Namun, kebaikannya dibalas dengan iri, dan irinya menjelma fitnah. Saat luka itu datang dari rumah yang hanya terpisah satu dinding, Heni dihadapkan pada pilihan: membalas atau menyerahkannya pada Allah. Ia memilih diam. Bukan karena lemah—tetapi karena ia percaya, Tuhan lebih adil dari amarah manusia.

Enam perempuan dengan jalan hidup yang tak pernah sama, dipertemukan kembali dalam satu bulan yang penuh makna. Status, masa lalu, dan pilihan yang dulu memisahkan mereka kini luruh, ketika luka terasa dengan bahasa yang serupa. Di bulan penuh makna, mereka belajar menahan diri, meredam ego, dan perlahan mendengarkan suara paling jujur dari dalam hati kecil yang selama ini terabaikan. Karena di balik segala perbedaan, setiap manusia sejatinya setara dalam rasa dan luka. Mampukah mereka berdamai dengan diri sendiri sebelum hari kemenangan tiba?