

Arutala Azzahra percaya cinta yang tulus akan bertahan menghadapi badai apa pun. Setelah lima tahun menikah dengan Sagara Mahendra, ia merasa hidupnya sempurna, hingga sebuah foto tanpa nama mengungkap perselingkuhan suaminya dengan Kiara Anindya, cinta pertama suaminya yang tiba-tiba kembali. Kebohongan demi kebohongan terbongkar. Sagara makin sering pulang larut, sementara Maya, ibu mertuanya, justru menyalahkan Arutala dan diam-diam mendukung Kiara. Ketika pengkhianatan itu akhirnya terbongkar di depan keluarga besar, Arutala memilih pergi. Kini ia bangkit menjadi perempuan yang lebih kuat. Saat Sagara datang membawa penyesalan, Arutala harus memilih. Membuka hatinya kembali, atau melangkah menuju masa depan tanpa bayang pengkhianatan.

Bagi Kiara, mi gomak komplit buatan Kevin Sibarani di depan kompleks adalah penyelamat kelaparan malam harinya. Namun, bagi Kevin, Kiara adalah pelanggan paling ribet yang hobi minta kuah ekstra, tapi bayar pakai uang pas-pasan. Berawal dari insiden kuah tumpah dan rebutan kerupuk terakhir, kedai mi gomak itu berubah jadi ring tinju adu gengsi. Sialnya, saat Kiara berniat mencari pacar keren demi pamer ke mantan, semesta malah terus melempar Kevin ke radar cintanya. Apakah Kiara harus pasrah menerima kenyataan bahwa jodoh masa depannya ternyata cuma sejauh aroma andaliman di seberang jalan?

Wulan, tenaga kontrak bagian keuangan, hanya mengurus administrasi perjalanan dinas. Namun, ketika sebuah surat tugas berisi dugaan perjalanan fiktif pejabat viral, ia dijadikan tumbal untuk menutupi skandal besar. Di tengah ancaman, fitnah, dan penyelidikan, jejak digital justru mengungkap dalang sesungguhnya serta jaringan korupsi yang telah bertahun-tahun menggerogoti anggaran negara. Saat namanya akhirnya dipulihkan, Wulan kehilangan pekerjaannya, tetapi sebuah amplop tanpa nama membawanya ke permainan yang lebih berbahaya. Kali ini, ia memilih memburu para pelaku, bukan lagi menjadi korban.

Aisyah, mantan santri yang lembut dan penuh kesabaran, percaya bahwa melayani suami adalah jalan menuju ridha Allah. Namun, ketika Damar meraih kesuksesan, cinta yang dulu begitu hangat perlahan memudar. Kehadiran wanita lain, tuntutan dunia, dan hinaan dari mertua membuat pengorbanan Aisyah tak lagi dihargai. Hingga suatu hari, ia memilih pergi tanpa air mata dan tanpa kebencian. Saat itulah Damar menyadari bahwa kehilangan istri salehah adalah hukuman paling menyakitkan. Mampukah ia merebut kembali hati yang telah hancur, atau penyesalan akan menjadi teman seumur hidupnya?

Cherry seorang gadis yang tadinya berniat mewakili ayahnya mengurus para anak angkat selagi sang ayah kerja, justru menjadi adik yang diasuh oleh para anak angkat tersebut–Julian, Leo, dan Picho, karena usianya yang paling muda dan sikapnya yang masih kekanakan. Tingkah manja dan menggemaskan Cherry, membuat para kakak tak sedarah diam-diam memperebutkan hatinya dengan berbagai cara dan kepribadian masing-masing.

"Beberapa ingatan layak untuk dikubur. Namun, bagaimana jika ingatanmu adalah satu-satunya saksi kunci sebuah kecelakaan?" Amara mengira apartemen barunya adalah awal yang baru. Rima, tetangga barunya yang terlihat sempurna. Namun, ketika ia menemukan jam tangan mendiang suaminya di atas meja Rima, Amara menyadari jika seluruh hidupnya hanyalah rangkaian sandiwara. Ada rahasia di apartemen ini, dan Rima bukan sekadar tetangga yang sempurna. Di antara obat penenang dan paranoia yang memuncak, Amara harus memilih,mempercayai akal sehatnya yang kian rapuh, atau menghadapi kenyataan bahwa monster yang ia takuti mungkin bukan di balik pintu, tetapi sedang menatap balik ke arahnya dari dalam cermin.

Bulan yang memang selalu cuek terhadap pria, tapi setelah bertemu dengan Faiz, ia merasakan hal yang berbeda dan ia baru tahu kalau ia benar-benar menyukai Faiz. Awalnya ia kesal kenapa ia harus menyukai Faiz yang tak lain adalah kakak kelasnya, murid terpopuler juga di sekolahnya, yang membuat ia cemburu akan gadis-gadis yang mendekatinya. Terutama tentang Faiz yang berpacaran dengan teman sekelasnya. Tetapi Bulan tidak benar-benar berani untuk mengungkapkan perasaannya, akhirnya ia hanya mengaguminya dalam diam. Tapi bagaimana reaksi Faiz jika ada yang diam-diam mengaguminya yang orang itu adalah Bulan?

Bagi Aruna, hutan di perbatasan desa adalah tempat terlarang yang menyimpan maut. Namun, saat ia terjebak di tengah badai salju dan dikepung pemangsa, maut tidak datang menjemputnya. Sebaliknya, sepasang lengan kokoh dan hangat menyelamatkannya. Bara adalah Alpha dari kawanan Silver Moon, pria yang mengasingkan diri dari dunia manusia demi menjaga rahasia besar kaumnya. Ia bersumpah tidak akan pernah terlibat dengan manusia, sampai aroma Aruna membangkitkan naluri purba yang tak bisa ia lawan. Mate. Di balik bulu yang kasar dan taring yang tajam, ada dekapan yang paling aman.

"Kamu cuma tukang kebun!” “Dan kamu cuma gadis desa,” balas Junaidi santai. Senyum menggoda itu milik lelaki yang tak punya apa-apa selain otot yang terbentuk dari kerja kasar. Tatapan matanya tajam penuh misteri, selalu sukses memancing emosi Bella, membuat Bella ingin memaki, sambil membenci kenyataan bahwa jantungnya justru berdebar tak tahu malu. Namun, ada sesuatu yang Bella tak tahu. Di balik pakaian lusuh dan sikap menyebalkan itu, Junaidi menyimpan identitas yang bisa mengguncang keluarganya.

Raras adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki suami super pelit. Setiap bulan, Raras hanya diberi jatah sekadar makan. Sementara kebutuhan rumah bukan hanya soal makan. Suatu ketika, saat jatah beras habis dan suaminya belum pulang, ketiga anak Raras menangis. Ia terpaksa keluar rumah. Berharap uluran tangan tetangga. Namun, tak satu pun tetangga yang terketuk hatinya. Raras memutuskan pulang. Berusaha menenangkan ketiga anaknya. Meminta mereka tidur. Berbohong akan menyiapkan makan. Saat ketiganya tidur, Raras melangkah ke kamarnya. Ia terkejut saat mendapati uang yang berserak di atas kasur. Tanpa pikir panjang, ia langsung menggunakannya. Mengira uang itu dari suaminya. Nyatanya saat sang suami pulang, jawabannya membuat Raras tercekat.

Ramadan mengajarkan banyak hal. Tentang sabar. Tentang ikhlas. Tentang melepaskan. Heni sudah terlalu sering menolong tetangganya—Ami dan Farhatun—tanpa pernah mengeluh. Namun, kebaikannya dibalas dengan iri, dan irinya menjelma fitnah. Saat luka itu datang dari rumah yang hanya terpisah satu dinding, Heni dihadapkan pada pilihan: membalas atau menyerahkannya pada Allah. Ia memilih diam. Bukan karena lemah—tetapi karena ia percaya, Tuhan lebih adil dari amarah manusia.

Maya, Zifa, dan Dewi tinggal di satu kosan dengan satu misi setiap Ramadan, tidak boleh ada yang berbuka sendirian. Maya paling heboh soal takjil. Zifa paling kalem soal hidup dan Dewi yang beda keyakinan paling semangat membangunkan sahur dan menyeret mereka berburu jajanan murah. Sampai suatu sore, Maya bertemu Raka di antrean kolak. Dari rebutan kolak, jadi jalan bareng, jadi saling tunggu di jam yang sama. Di antara tawa, takjil murah, dan suara azan, Maya menemukan sesuatu yang lebih manis dari kolak.